July 08, 2020

Tanpa Penonton Di Stadion, Renan Silva Yakin Liga 1 Tetap Menghibur

Gelandang asing Bhayangkara FC, Renan Silva, sangat antusias menyambut Liga 1 2020 yang akan kembali digulirkan Oktober mendatang. Pelaksanaan kompetisi di tengah wabah virus corona, sudah ditetapkan oleh PSSI.

Dalam surat mereka, PSSI menyatakan bahwa Liga 1, 2 dan 3 akan kembali dijalankan Oktober mendatang dengan protokol kesehatan yang ketat. Bagi Renan, Oktober merupakan waktu yang tepat untuk kembali memulai liga.

“Saya pikir Oktober adalah waktu yang tepat untuk lanjut dengan semua protokol kesehatan, dan keselamatan,” kata Renan, yang musim lalu berhasil mendapat gelar pemain terbaik bersama Borneo FC tersebut.

“Saya tidak khawatir karena saya yakin klub, federasi, dan dokter akan melakukan yang terbaik untuk melindungi semua orang dengan protokol,” sambung gelandang asal Brasil yang pernah berkostum Persija Jakarta itu.

Dengan diterapkannya protokol kesehatan yang ketat, demi mengurangi penyebaran virus corona, Liga 1 kemungkinan besar digelar tanpa suporter di stadion. Untuk Renan, hal itu adalah pilihan terbaik untuk saat seperti sekarang.

“Saya pikir sepakbola penting untuk kembali pada saat ini. Karena orang-orang di rumah yang dikarantina tidak memiliki apa pun untuk bersenang-senang atau menonton, dan sepakbola ada di tv, itu membawa bisa sukacita ke rumah,” urainya.

Negara-negara lain sudah mulai menggelar liga, terutama Eropa dan beberapa negara Asia yang sudah maju. Brasil, dengan tingkat kasus virus corona masih tinggi, juga sudah memulai kompetisi mereka, dengan protokol kesehatan ketat.

“Di Brasil, kompetisi kembali, bahkan dengan banyak kasus Covid-19. Mereka menerapkan protokol ketat untuk dimainkan. Ya, saya pikir ini momen yang tetap dan bisa tanpa penonton,” papar Renan.

Selama liga ditangguhkan sejak Maret lalu, Renan memastikan dirinya tetap terjaga karena terus berlatih secara mandiri. Renan juga kerap mengunjungi Stadion PTIK, markas dari The Guardian, untuk berlatih dengan beberapa pemain lain.

“Saya berlatih lima kali seminggu, karena saya harus mempersiapkan diri ketika kembali. Kami harus kembali tanpa kelebihan berat badan atau tidak dalam kondisi baik,” tutup pria berusia 31 tahun itu.